Ciri-ciri daun kelor

Ciri-ciri daun kelor Batang yang tegak, kotor putih, kulit tipis kayu (lignosus), permukaan kasar; simpodial, arah percabangan tegak atau bersandar, cabang cenderung tumbuh lurus dan memanjang. Daun majemuk, bertangkai panjang, terdiri berseling, sampah daun gasal (imparipinnatus), ketika muda meninggalkan helai cahaya berwarna hijau. Khasiat daun kelor Lama Oktagonal berbentuk buah dari tiga, 20-60 cm panjang; buah muda hijau-setelah lama biji cokelat, bola coklat kehitaman, berbuah setelah 12-18 bulan. Akar, diperbesar, seperti lobak putih.

Duplikasi dapat generatif (benih) dan vegetatif (batang stek). Tumbuh di dataran rendah atau Highland sampai pada ketinggian 1000 m di atas permukaan laut, banyak ditanam sebagai perbatasan atau pagar di halaman rumah atau bidang.

Penelitian terhadap manfaat tanaman mulai dari daun, kulit kayu, buah untuk seeds, sejak awal 1980-an telah dimulai. Ada laporan hasil penelitian, penelitian dan pengembangan yang terkait dengan pemanfaatan tanaman penghijauan serta penahan kelor Desertifikasi di Ethiopia, Somalia, dan Kenya oleh tim Jerman di berkala dari Institut kerja sama ilmiah, Tubingen, 1993. Laporan ini ditujukan terhadap wilayah ini termasuk Ethiopia, Somalia, Sudan, dan, sejak lama telah menjadi tradisi pohon kelor menanam populasi, diberikan pohon dapat menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari sebagai sayuran, bahan baku Kedokteran, juga untuk diperdagangkan. Di daerah Arba Minch dan Konso, kelor pohon sehingga digunakan sebagai tanaman untuk penahan tanah longsor, konservasi tanah, dan kebunnya. Jadi pada musim hujan meskipun air hujan paling minimal, jatuh akan disimpan oleh sistem akar kelor, dan pada musim kemarau "tabungan" air di sekitar akar dari kelor akan menjadi sumber air untuk tanaman lainnya. Juga karena sistem akar kelor cukup pertemuan, tanah longsor langka.

Peneliti dari Universitas Teknologi Anna, Tamilnadu, India, C dariyoga, membuktikan kelor itu memang berkhasiat daun sebagai lembaga alias pelindung jantung. Menurut dokter sekaligus dukun di Yogyakarta, Dr. Sidi Aritjahja, kelor mengandung antioksidan yang sangat tinggi dan sangat baik untuk penyakit yang berhubungan dengan masalah pencernaan, seperti luka lambung dan usus luka. "Setiap bagian yang digunakan aman asal melihat bagaimana," kata alumni Gadjah Mada kemudian. Minum rebusan daun kelor sementara air hangat. Penyebab, efek antioksidan masih kuat di negara bagian.

Dr. Paul Wahyudi Halim di kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, kelor memiliki energi untuk mendinginkan. Herbal seperti itu cocok untuk mengatasi penyakit dengan kelebihan energi atau energi panas seperti peradangan atau kanker dan manfaat duan kelor lainnya.
Ciri-ciri daun kelor | 1zafranalhanan Aa | 5